Sembuh Dari Corona, Pria Taiwan Menceritakan Bagaimana Rasanya Menderita Corona, Shok, Merasa Terasingkan dan Berhadapan Dengan Maut Sendirian

  • Whatsapp

Kasus ke-10 yang dialami oleh pria Taiwan terjangkit virus corona (COVID-19) sudah sembuh dan ia sudah dibebaskan dari karantina pada hari kamis kemarin (13/2).

Saat ia bebas dan sudah sembuh 100%, ia mengungkapkan perasaannya dan mengungkapkan terimakasih yang tak terghingga kepada TIM Medis yang telah membantu kesembuhannya.

Muat Lebih

Dalam suratnya, pria yang tak mau disebutkan ke publik ini juga menuliskan pengalaman mencekamnya selama menjalani karantina dan menderita corona.

Awalnya ia sangat shok saat mengetahui dirinya terinfeksi, yang terbayang hanya kematian dan Ia merasa menjadi musuh semua manusia bahkan untuk keluarganya sendiri, ia dijauhi bahkan seperti terangsingkan di planet lain.

“Setelah saya dirawat dirumah sakit, seluruh keluarga bagaikan musuh yang menjauhiku dan aku tak berdaya dengan semua ini. Aku bagaikan terasingkan, dijauhi dan bahkan seperti menghadapi perang sendirian. Aku tahu kenapa mereka menjauh karena memang penyakit ini sangat mengerikan. Saat menderita penyakit ini, bagaikan hidup diatara tebing mematikan dan pintu kematian, tanpa ada yang bisa menyelamatkan disana, kecuali kita sendiri” Kisahnya.

Menurut Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), pasien ini adalah seorang pengusaha Taiwan yang jatuh sakit setelah kembali dari kota Wuhan di Cina pada 12 Januari.

Meskipun pria itu pada awalnya dinyatakan negatif untuk virus tersebut, ia kemudian terinfeksi dari istrinya, dan kemudian dikonfirmasikan sebagai kasus virus korona kesepuluh Taiwan pada 31 Januari.

Pada konferensi pers CECC pada hari Kamis, bagaimanapun, Wang Pi-Sheng (王必勝), direktur Komisi Administrasi Rumah Sakit dan Organisasi Kesejahteraan Sosial, mengatakan pria itu sekarang dalam keadaan sehat, dan telah dites negatif untuk virus tiga kali dalam beberapa hari terakhir.

Panel dokter menyetujui pembebasan pria itu dari karantina medis pada hari Kamis, dan ia akan segera keluar dari rumah sakit, kata Wang.

Terlepas dari pengalaman itu, pria itu mengatakan dia merasa beruntung dilahirkan di Taiwan, di mana dia bisa percaya diri dalam kualitas perawatan medis, dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para dokter dan perawat yang merawatnya selama karantina.

Istri pria itu, yang kesembilan dari 18 kasus Taiwan yang dikonfirmasi, masih berada di bawah karantina medis.

JANGAN LUPA INSTAL APP SUARA BMI DI PLAY STORE ATAU MELALUI LINK INI - BACA BERITA LEBIH RINGAN, MUDAH DAN CEPAT UPDATE ===>> APP SUARA BMI, atau WhatsApp ==
loading...

Pos terkait