Munjiati, TKW asal Cilacap terkena Sepsis dan Severe Pneumonia, Empyema and Pneumothorax bilaterally

  • Whatsapp

Lukang – PMI asal Cilacap ini terkena penyakit komplikasi paru-paru yang mengharuskan dirinya terbaring tidak berdaya di Show Chwan- Changhua Lukang. Ia terkena Sepsis dan Severe Pneumonia, Empyema and Pneumothorax bilaterally.

Munjiatin datang ke Taiwan 2015 silam, Ia datang mengunakan Visa PMI merawat seorang nenek, dan ia kabur dari majikannya tahun 2018. Ibu kelahiran 1979 ini memilih kabur karena saat itu karena ia tidak diizinkan libur menjenguk anak kesayangannya Rozi yang baru tiba saat itu.

Muat Lebih

Rozi masuk dengan visa pekerja ke Taiwan sejak bulan 10 tahun 2018 silam. Rozi yang berusia 24 tahun datang dengan tujuan menjenguk ibunya sekaligus ingin merubah nasib keluarganya yang bisa dikatakan sangat tidak mampu.

Selama kabur, Munjiati bekerja serabutan (kebanyakan merawat pasien di Rumah sakit, red) , Ia tidak pernah mengeluh adanya keanehan / sakit pada dirinya sebelumnya sampai Hari senin dua minggu, lalu tepatnya 11/11, Munjiatin dilarikan ke Show Shwan Hospital oleh salah seorang kerabatnya dengan taxi.

Kondisi Munjiati saat itu sudah terbaring tidak berdaya dan susah bernafas disertai kejang-kejang. Setiba nya di rumah sakit, Munjiati langsung di masukan ke UGD, dan dilakukan pengecheckan medis. Team medis yang menangani sempat shock melihat keadaan Munjiati saat itu, Dari Hasil ronsen terlihat bentuk paru-paru Munjiati sudah setengahnya terinfeksi.

Dokter yang menangani menyebutkan tibanya Munjiati di rumah sakit bisa dikatakan sudah terlambat sekali, Infeksi bakteria yang di alaminya sangat parah, paru-paru Munjiati hampir setengahnya berisi nanah, keganasan bakteria ini bahkan sampai menjebol selaput paru-paru dan menyebabkan nanah tersebut mengucur keluar dari paru-paru ke rongga bahkan ke tulung rusuk.

Sampai kemarin 24/11 Munjiati terihat masih tidak sadar diri sama sekali, Team medis hanya bisa menunggu kondisi Munjiati, dan mendoakan mengarah ke arah membaik.

Munjiati saat ini hanya mampu bernafas dengan Mesin ventilator (alat bantu pernafasan), dan setelan intubasi udara juga sudah pada level paling besar.

Kondisi seperti ini sangat ditakutkan oleh para team medis, karena tidak menutup kemungkinan Munjiati dapat berpulang sewaktu-waktu karena jika dengan level intubasi yang paling besar ini masih tidak mampu membantu Munjiati bernafas.

Munjiati dapat dipastikan tidak dapat mengudara dalam waktu dekat, sedangkan biaya perobatan terus melambung tinggi (sampai terakhir 24/11 angka sudah menembus NTD 340.000 dan masih akan terus bertambah).

Jika ada dari teman-teman yang tergerak hati nya dapat membagi sedikit rezeki kepada Munjiati dengan llangsung menghubungi pihak keluarganya.

Arif Wahyu Rozi (anak) : 0966117453

JANGAN LUPA INSTAL APP SUARA BMI DI PLAY STORE ATAU MELALUI LINK INI - BACA BERITA LEBIH RINGAN, MUDAH DAN CEPAT UPDATE ===>> APP SUARA BMI, atau WhatsApp ==
loading...

Pos terkait