TREN LESBI TKW HONGKONG

SUARABMI.COM -  "Beberapa tahun terakhir, tren percintaan sesama jenis di kalangan tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Hong Kong se...

SUARABMI.COM"Beberapa tahun terakhir, tren percintaan sesama jenis di kalangan tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Hong Kong semakin memprihatinkan. Dalam perjalanan ke negeri bekas koloni Inggris itu tempo hari, saya sempat tercengang menyaksikan bagaimana komunitas TKW yang menjadi lesbian bahkan sudah tanpa sungkan bermesraan di tempat terbuka."

Di tengah lalu lintas padat di Pennington Street, kawasan Causeway Bay Hong Kong, sepasang anak muda tampak berjalan mesra sambil saling merangkul pundak. 

Bercelana jins model belel dan sobek-sobek di bagian lutut, dipadu baju kaos longgar tanpa lengan, mereka seolah tak hirau dengan suasana sekitar.

Penampilan keduanya unik. Rambut pendek disemir pirang, dengan potongan asimetris khas harajuku, berjalan gagah dengan macam-macam asesori di tubuh, dari kalung rantai warna silver ukuran besar, ikat pinggang bermotif ramai, headset dari gadget pemutar musik, sampai hidung yang bertindik dan sedikit tato di pergelangan. 

Sebenarnya tak ada yang aneh dengan gaya pop semacam itu, kecuali dua hal; dua-duanya perempuan, dan dua-duanya TKW!
[ads-post]
Praktik hubungan sesama perempuan di kalangan TKW Indonesia di Hong Kong memang semakin menjadi tren. Para pelakunya bahkan sudah sangat terbuka memperlihatkan kemesraan. 

“Kami sudah pacaran 2 tahun,” kata Yuniarti, 26 tahun, seorang TKW asal Blitar, Jawa Timur. Ia lantas bergayut mesra di lengan Indri, 28 tahun, wanita bergaya laki yang disebutnya pacar itu.

Yuniarti dan Indri tidak sendiri. Ada banyak pasangan TKW lainnya yang tanpa malu mengaku berpacaran. 

Beberapa di antaranya bahkan disebut-sebut menikah, meski hanya dalam bentuk pengucapan komitmen di antara sesama komunitas lesbian. “Tapi kami nggak mau disebut lesbian. Sepertinya kok direndahkan begitu,” kata Yuniarti.

Tenaga kerja Indonesia di Hong Kong memang didominasi wanita. Data di KJRI Hong Kong menyebut jumlahnya mencapai 130 ribu orang, dengan mayoritas pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga. 

Dengan jumlah sebanyak itu, TKW Indonesia bisa saling berinteraksi karena mereka dapat jatah libur kerja sepekan sekali setiap hari Minggu. Biasanya, saat libur itu, para TKW berkumpul di Victoria Park, sebuah taman luas di kawasan Causeway Bay.

Di Victoria Park inilah kita bisa menyaksikan bermacam-macam gaya TKW Indonesia, dari yang masih tetap ndeso sampai yang nge-pop. 

“Saya juga bingung, anak-anak itu waktu di kampung sekolahnya di pesantren. Sampai di Hong Kong berubah drastis seperti ini,” kata H Mochamad Nurali, pemilik Warung Malang di Pennington Street yang jadi tempat ngumpul para TKW setiap akhir pekan.

Nurali mengakui, tren lesbian di kalangan TKW Indonesia di Hong Kong sudah jadi rahasia umum. Siapapun mengetahui dan mencoba memaklumi hal itu. 

Ia menduga ini bermula dari pengaruh gaya hidup tenaga kerja asal Filipina yang lebih dulu membawa “virus” cinta sesama itu. “Banyak yang tadinya cuma ikut-ikutan, akhirnya malah keterusan,” kata Nurali.

Di jalan-jalan kawasan Causeway Bay, yang boleh dibilang jadi “kampung Indonesia” setiap hari Minggu karena TKW kita memang terkonsentrasi di kawasan ini, wanita-wanita bergaya pria tampak di mana-mana. 

Ada yang jalan sendiri, berkelompok, dan lebih banyak lagi yang berpasang-pasangan. Mereka memotong rambut menjadi pendek, berbaju t-shirt pria, berjalan dengan lenggang kaki khas laki-laki (dengan bahu sedikit terangkat dan langkah panjang), dan merokok. 

Benar-benar jauh dari kesan feminin. “Malah banyak yang gayanya lebih macho dari laki-laki,” kata Yuniarti, yang mengaku para majikan di Hong Kong tak terlalu peduli dengan gaya PRT mereka, sehingga TKW bisa bebas berekspresi.

Di Victoria Park, tempat yang mirip ajang reuni para TKW setiap Minggu, aksi penuh gaya itu malah seperti sebuah lomba. Wanita-wanita bergaya pria bertanding macho. Wajah mereka tak dihias bedak, apalagi lipstik. 

Namun, bergaya semaskulin apapun, mereka tetap ketahuan sebagai wanita tulen ketika bicara. Ketahuan juga sebagai orang kampung dari logatnya. “Kalau pas pulang kampung ke desa ya ganti penampilan. Rambut dipanjangin dulu, nggak berani pulang gini,” kata Hartati, seorang TKW asal Tegal, Jawa Tengah.
Tambah Teman
loading...
Nama

BMICare,251,Brunei,13,Cinta,217,Cuaca,115,Dunia Maya,2,Fashion,5,Heboh,270,Hongkong,1256,IndoNews,500,Jepang,6,KabarBMI,3724,Kesehatan,16,Korea,118,LintasManca,10,Macau,6,Malaysia,306,Other,64,Panduan,253,RumahTangga,114,Saudi,110,Singapura,233,Surat Pembaca,13,Taiwan,1940,Unik,73,Waspada,369,Zodiak,1,
ltr
item
Portal Berita TKI/TKW: TREN LESBI TKW HONGKONG
TREN LESBI TKW HONGKONG
https://1.bp.blogspot.com/-xG4AEG3V8Tw/WdBJdjVaAlI/AAAAAAAAN_A/5hgc-zm87Z4FW7efPQp2eZcZ6xxauuzSwCLcBGAs/s640/suarabmi.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xG4AEG3V8Tw/WdBJdjVaAlI/AAAAAAAAN_A/5hgc-zm87Z4FW7efPQp2eZcZ6xxauuzSwCLcBGAs/s72-c/suarabmi.jpg
Portal Berita TKI/TKW
https://www.suarabmi.net/2017/09/tren-lesbi-tkw-hongkong.html
https://www.suarabmi.net/
https://www.suarabmi.net/
https://www.suarabmi.net/2017/09/tren-lesbi-tkw-hongkong.html
true
6419134826689894390
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close